Rabu, 19 November 2014

Malnutrisi



Malnutrisi adalah keadaan dimana tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup, malnutrisi dapat juga disebut keadaaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan di antara pengambilan makanan dengan kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan. Ini bisa terjadi karena asupan makan terlalu sedikit ataupun pengambilan makanan yang tidak seimbang. Selain itu, kekurangan gizi dalam tubuh juga berakibat terjadinya malabsorpsi makanan atau kegagalan metabolik (Oxford medical dictionary, 2007).Namun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan Malnutrisi sebagai “ketidakseimbangan seluler antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh terhadap mereka untuk menjamin pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi tertentu.”Malnutrisi sebenarnya adalah gizi salah, yang mencakup gizi kurang atau lebih. Di Indonesia dengan masih tinggi angka kejadian gizi kurang, istilah malnutrisi lazim dipakai untuk keadaan ini. Secara umum gizi kurang disebabkan oleh kurangnya energy atau protein.Namun keadaan ini di lapangan menunjukkan bahwa jarang dijumpai kasus yang menderita deferensiasi murni.
Etiologi Malnutrisi
Etiologi malnutrisi dapat bersifat primer maupun sekunder, adapun malnutrisi yang bersifat primer yaitu apabila kebutuhan individu yang sehat akan protein,energi atau keduanya tidak terpenuhi oleh makanan yang adekuat. Pada malnutrisi protein energy primer ,kekurangan kalori umumnya dikaitkan dengan keadaan – keadaan perang,kekacauan social, ketidaktahuan, kemiskinan, penyakit infeksi dan ketidakseimbangan distribusi makanan. Dengan demikian gangguan sosial eknomi dapat dianggap sebagai penyebab paling global kelaparan pada anak disertai efeknya yang buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Sedangkan malnutrisi bersifat sekunder yaitu akibat adanya penyakit yang dapat menyebabkan asupan suboptimal,gangguan penyerapan atau pemakaian nutrient,dan atau peningkatan kebutuhan karena terjadi kehilangan nutrient atau keadaan stres. Malnutrisi protein energy merupakan penyakit gizi terpenting di Negara sedang berkembang dan salah satu penyebab mobilitas dan mortilitas pada masa kanak-kanak di dunia.
Manifestasi Klinis Malnutrisi
Adapun tanda dan gejala dari malnutrisi adalah sebagai berikut:
1.      Kelelahan dan kekurangan energi
2.      Pusing
3.      Sistem kekebalan tubuh yang rendah (yang mengakibatkan tubuh kesulitan untuk melawan infeksi)
4.      Kulit yang kering dan bersisik
5.      Gusi bengkak dan berdarah
6.      Gigi yang membusuk
7.      Sulit untuk berkonsentrasi dan mempunyai reaksi yang lambat
8.      Berat badan kurang
9.      Pertumbuhan yang lambat
10.   Kelemahan pada otot
11.  Perut kembung
12.  Tulang yang mudah patah
13.  Terdapat masalah pada fungsi organ tubuh
Patofisiologi Malnutrisi
Tubuh memperoleh energi dari makanan atau nutrien, terutama dari karbohidrat, protein dan lemak. Nutrien ini sangat pentiong untuk tubuh demi mempertahankan kehidupan. Ketika tubuh mengalami kekurangan nutrien maka akan terjadi deplesi cadangan nutrien pada jaringan tubuh dan selanjutnya kadar dalam darah akan menurun. Hal ini akan mengakibatkan tidak cukupnya nutrien tersebut di tingkat seluler sehingga fungsi sel menjadi terganggu misalnya sintesis protein, pembentukan dan penggunaan energi, proteksi terhadap oksidasi atau tidak mampu menjalankan fungsi normal lainnya. Bila berlangsung terus maka gangguan fungsi sel ini akan menimbulkan masalah pada fungsi jaringan atau organ yang bermanifestasi secara fisik seperti gangguan pertumbuhan, serta kemunculan tanda dan gejala klinis spesifik yang berkaitan dengan nutrien tertentu misal kwashiorkor, edema, xeroftalmia, dermatosis, dan lain-lain.

Klasifikasi Malnutrisi
Pada klasifikasi penyakit nutrisi dilakukan karena penyakit ini berada dalam berbagai tingkat dan biasanya terjadi bersamaan dengan atau merupakan suatu komplikasi dari penyakit lain seperti infestasi parasit cacing dalam saluran pencernaan.Menurut WHO Expert Committees on Nutrition tahun 1962 dan 1971, telah membagi penyakit nutritional menjadi beberapa bagian yaitu :

A.    Hipoalimentasi
1.      Malnutrisi Kalori Protein (MKP atau Protein calorie Malnutrition)
a)      Kwasiokor
b)      Maramus nutrisi
2.         Defisiensi mineral
a)      Iodin
b)      Kalsium
3.         Defisiensi vitamin
a)        Defisiensi vitamin A
b)        Defisiensi vitamin D
c)        Defisiensi vitamin E
d)       Defisiensi vitamin K
Pengertian Malnutrisi Kalori Protein (MKP)
Penyakit nutrisi yang harus mendapatkan perhatian khusus adalam malnutrisi kalori protein (MKP) dan hal itu merupakan masalah kesehatan yang serius di negara yang sedang berkembang termasuk di Indonesia. Penyebab KEP dapat dibagi kepada dua penyebab yaitu malnutrisi primer dan malnutrisi sekunder. Malnutrisi primer adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh asupan protein maupun energiyang tidak adekuat. Malnutrisi sekunder adalah malnutrisi yangterjadi karena kebutuhan yang meningkat, menurunnya absorpsi dan/atau peningkatan kehilangan protein maupun energi dari tubuh. Dewasa ini di berbagai daerah di Indonesia telah dibeitakan bahwa banyak yang menderita busung lapar dan merupakan ketidak pedulian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan  primer dengan dinon-aktifkan posyandu yang ada di masyarakat.
·         Kwasiokor terutama disebabkan oleh defisiensi protein dan maramus oleh defisiensi kalori. Kwashiorkor terjadi  terutamanya karena pengambilan protein yang tidak cukup. Pada penderita yang menderita kwashiorkor, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan, perubahan mental yaitu pada biasanya penderita cengeng dan pada stadium lanjut menjadi apatis dan sebagian besar penderita ditemukan edema. Selain itu, pederita akan mengalami gejala gastrointestinal yaitu anoreksia dan diare.
Gejala Penyakit Kwasiokor :
o   Edema, umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki (dorsum pedis)
o   Wajah membulat dan sembab
o   Pandangan mata sayu
o   Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok
o   Perubahan status mental, apatis, dan rewel
o   Pembesaran hati
o   Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk
o   Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas (crazy pavement dermatosis).
o  anemia
o  diare
  
·         Marasmus terjadi karena pengambilan energi yang tidak cukup. Marasmus disebabkan oleh defisiensi kalori. Pada penderita yang menderita marasmus, pertumbuhannya akan berkurang atau terhenti, sering berjaga pada waktu malam, mengalami konstipasi atau diare. Diare pada penderita marasmus akan terlihat berupa bercak hijau tua yang terdiri dari sedikit lendir dan sedikit tinja.
Gejala penyakit Maramus :
o   Tampak sangat kurus, hingga tulang terbungkus kulit
o   Wajah seperti orang tua
o   Cengeng, rewel
o   Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (pada daerah pantat tampak seperti memakai celana longgar/”baggy pants”)
o   Perut cekung
o   Iga gambang
o   Sering disertai: penyakit infeksi (umumnya kronis berulang),

          Cara Klasifikasi
           Tujuan semua cara untuk menentukan yang perlu mendapatkan perhatian adalah. Dibawah ini dijelaskan beberapa cara klasifikasi yang sering digunakan :
  1. Berat badan terhadap umur
a.       Klasifikasi menurut Gomes
·         Klasifikasi :
o  > 90% : normal
o  90-75% : malnutrisi ringan (grade 1)
o  75-61 % : malnutrisi sedang (grade 2)
o  /= 60% : malnutrisi berat (grade 3)
b.      Klasifikasi di Indonesia
·           Klasifikasi:
Menggunakan modifikasi Gomes, kemudian kenaikan berat badan dicatat. Bila terdapat kenaikan tiap bulan adalah normal, bila tidak terdapat kenaikan berat badan resiko tinggi gangguan pertumbuhan.
  1. Berat tergadap tinggi badan
a.       McLaren/Read
·           Klasifikasi
o  110-90% : normal
o  90-85 % : malnutrisi ringan
o  85-75 % : malnutrisi sedang
o  < 75 % dengan atau tanpa edema : malnutrisi berat
  1. Tinggi badan terhadap umur
a.       Kanawati dan McLaren
·           Klasifikasi :
o  >/= 95 % : normal
o  95-90% : malnutrisi ringan
o  90-85% : malnutrisi sedang
o  85% : malnutrisi berat
  1. Lingkar lengan atas
·           Klasifikasi :
o  > 85 % atau > 14 cm : normal
o  <75 % atau 12,5 cm : malnutrisi berat

Penatalaksanaan Malnutrisi
Bila orang terlihat mulai susah makan atau makan sedikit sekali, jangan biarkan kondisi itu hingga berlarut-larut.
  1. Cek kondisi gigi mereka. Kalau sudah banyak yang goyah atau tanggal, lebih baik buatkan mereka gigi palsu. Atau bila gigi palsu mereka sudah longgar sehingga tidak nyaman lagi dipakai mengunyah, gantilah dengan yang baru.
  2. Memasuki usia 30-an, kita memang disarankan untuk mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak. Tapi bukan berarti tidak mengonsumsinya sama sekali, karena ketiga unsur tersebut tetap diperlukan tubuh.
  3. Sedikit tapi sering. Ada kalanya, orang tua memang tidak mampu lagi menelan makanan dalam jumlah cukup. Kalau asupan dalam sekali makan dianggap kurang, Anda bisa membaginya dalam 5 – 10 kali waktu makan dalam sehari. Meskipun sedikit-sedikit, kalau ditotal tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
  4. Meski sudah harus mengonsumsi makanan khusus, tetap perhatikan kelengkapan gizi dalam makanan orang tua Anda: karbohidrat, protein (lauk pauk nabati atau hewani), serat dan vitamin (sayur dan buah), susu.
  5. Rutin melakukan penapisan status nutrisi orang tua Anda dan berkonsultasi ke ahli nutrisi.

Cara mengatasi malnutrisi adalah dengan mengikuti terapi nutrisi, memakan makanan bergizi seimbang dan memperbanyak serat. Sebaliknya makanan yang harus dikurangi adalah makanan manis, makanan dengan lemak jenuh seperti gorengan, serta daging merah.
Selain itu, orang tua harus tetap aktif agar kondisi psikologisnya tetap merasa senang, olahraga yang sesuai untuk orang tua adalah cukup berjalan pagi 30 menit 3-4 kali per minggu.

Cara mengatur makanan bagi orang tua adalah :
1.     Dengan memperhatikan prinsip-prinsip kebutuhan gizinya yaitu kebutuhan energi memang lebih rendah dari pada usia dewasa muda (turun sekitar 5-10%), kebutuhan protein sebesar 1 gr/kg BB, kebutuhan lemak berkurang, kebutuhan karbohidrat cukup (sekitar 50%), kebutuhan vitamin dan mineral sama dengan usia dewasa muda. Atau dengan cara praktis melihat di DKGA (Daftar Kecukupan Gizi yang Dianjurkan)
2.     Menu yang disajikan untuk orang tua harus mengandung gizi yang seimbang yakni mengandung sumber zat energi, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur. Dalam hal ini kita bisa mengacu pada makanan empat sehat lima sempurna.
3.     Karena orang tua mengalami kemunduran dan keterbatasan maka konsistensi dan tekstur atau bentuk makanan harus disesuaikan. Sebagai contoh : gangguan pada gigi (gigi tanggal/ompong), maka bentuk makanannya harus lunak, misal nasi ditim, lauk pauk dicincang (ayam disuwir, daging sapi dicincang/digiling)
4.     Makanan yang kurang baik bagi orang tua adalah makanan berlemak tinggi seperti  seperti jerohan (usus, hati, ampela, otal dll), lemak hewan, kulit hewan (misal kulit ayam, kulit sapi, kulit babi dll), goreng-gorengan, santan kental. Karena seperti prinsip yang disebutkan tadi bahwa kebutuhan lemak orang tua berkurang dan pada orang tua mengalami perubahan proporsi jaringan lemak.  Hal ini bukan berarti orang tua tidak boleh mengkonsumsi lemak. Orang tua harus mengkonsumsi lemak namun dengan catatan sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh misalnya bila menu hari ini lauknya sudah digoreng, maka sayurannya lebih baik sayur yang tidak bersantan seperti sayur bening, sayur asam atau tumis. Bila hari ini sayurnya bersantan maka lauknya dipanggang, dikukus, dibakar atau ditim.
5.     Orang tua harus diberi pengertian untuk mengurangi atau kalau bisa menghindari makanan yang mengandung garam natrium yang tinggi. Contoh bahan makanan yang mengandung garam natrium yang tinggi adalah garam dapur, vetsin, daging kambing, jerohan, atau makanan yang banyak mengandung garam dapur misalnya ikan asin, telur asin, ikan pindang. Mengapa orang tua harus menghindari makanan yang mengandung garam natrium yang tinggi ? Hal ini dikarenakan pada orang tua mudah mengalami hipertensi. Hal ini, seperti yang dijelaskan tadi bahwa elastisitas pembuluh darah telah menurun dan terjadi penebalan di dinding pembuluh darah yang mengakibatkan mudahnya terkena hipertensi. Selain itu indera pengecapan pada orang tua mulai berkurang, terutama untuk rasa asin, sehingga rasa asin yang cukup-pun terasa masih kurang bagi mereka, lalu makanan ditambah garam yang banyak, hal ini akan meningkatkan tekanan darah pada orang tua.  Jadi kita memang perlu sampaikan kepada orang tua bahwa panduan rasa asinnya tidak bisa lagi dipakai sebagai ukuran, karena bila dengan panduan asin dari orang tua, untuk kita yang belum orang tua akan terasa asin sekali.
6.     Orang tua harus memperbanyak makan buah dan sayuran, karena sayur dan buah banyak mengandung vitamin, mineral dan serat. Orang tua sering mengeluhkan tentang konstipasi/susah buang air besar, nah dengan mengkonsumsi sayur dan buah yang kaya akan serat maka akan melancarkan buang air besar. Untuk buah, utamakan buah yang bisa dimakan dengan kulitnya karena seratnya lebih banyak. Dengan mengkonsumsi sayuran dan buah sebenarnya orang tua tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen makanan.
7.     Selain konsumsi sayur dan buah, Orang tua harus banyak minun air putih. Kebutuhan air yakni 1500 – 2000 ml atau 6 -8 gelas perhari. Air ini sangat besar artinya karena air menjalankan fungsi tubuh, mencegah timbulnya penyakit di saluran kemih seperti kencing batu, batu ginjal dan lain-lain. Air juga sebagi pelumas bagi fungsi tulang dan engselnya, jadi bila tubuh kekurangan cairan maka fungsi, daya tahan dan kelenturan tulang juga berkurang. Air juga berguna untuk mencegah sembelit, karena untuk penyerapan makanan dalam usus memerlukan air.
Selain dari makanan untuk menjaga kesehatan, orang tua juga perlu beberapa kegiatan yang harus dilakukan seperti :
1.      Olah raga yang teratur dan sesuai
Olah raga usia lanjut tidak perlu berlebihan, patokan olah raga orang tua yaitu beban ringan atau sedang, waktu relatif lama, bersifat aerobik dan atau kalistenik, tidak kompetitif atau bertanding. Beberapa contoh olah raga yang sesuai dengan batasan tadi adalah jalan kaki, dengan segala bentuk permainan yang ada unsur jalan kaki misalnya golf, lintas alam, mendaki bukut, senam dengan faktor kesulitan kecil dan olah raga yang bersifat rekreatif dapat diberikan.
2.      Istirahat, tidur yang cukup
Tidur ini bermanfaat untuk menyimpan energi, meningkatkan immunitas atau kekebalan tubuh, mempercepat proses penyembuhan penyakit, juga pada saat tidur tubuh memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu orang pada umumnya akan merasa segar setelah istirahat.
3.       Menjaga kebersihan
Orang tua harus menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan, kebersihan ruangan dan juga pakaian dimana dia tinggal. Yang termasuk kebersihan tubuh  adalah mandi dua kali sehari, mencuci tangan sebelum makan atau sesudah mengerjakan sesuatu, sikat gigi setelah selesai makan, membersihkan kuku dan lubang-lubang (hidung, telinga, pusar, anus dan organ intim), memakai alas kaki jika keluar rumah dan menggunakan pakaian yang bersih.
Sedangkan kebersihan lingkungan yakni di halaman rumah, jauh dari sampah dan genangan air. Di dalam ruangan atau rumah bersih dari debu dan kotoran setiap hari, tutupi selalu makanan di meja makan. Pakaian, sprei, gorden, karpet, seisi rumah termasuk kamar mandi dan WC harus dibersihkan secara periodik. Tentu saja hal ini memerlukan bantuan dari keluarga atau orang yang tinggal bersama Orang tua.
4.       Memeriksakan kesehatan secara teratur
Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan orang tua. Walaupun tidak sedang sakit, orang tua dianjurakan untuk memeriksakan kesehatannya secara berkala, agar bila ada penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga pengobatannya lebih mudah dan cepat dan jika ada faktor beresiko yang menyebabkan penyakit dapat dicegah.
5.       Mental dan batin tenang dan seimbang
Yakni dengan lebih dekat kepada Tuhan, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, hal ini akan membuat lebih tenang. Lalu hindari stress, hidup yang penuh dengan tekanan yang akan merusak kesehatan. Stress juga dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung dan sebagainya. Senyum dan ketawa akan membuat penampilan lebih menarik dan disukai semua orang. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif dan juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Tertawa juga ampuh untuk mengendalikan emosi  yang tinggi dan untuk melemaskan otak  dari kelelahan.
6.       Rekreasi
Rekreasi untu menghilangkan kelelahan setelah beraktifitas selama seminggu, bisa di pantai, di taman, atau bersantai bersama keluarga, anak dan cucu, atau teman dan tetangga.
Pemeriksaan Fisik Malnutrisi
Pemeriksaan fisik malnutrisi
  1. Pada penderita kwasiorkor ditemukan keluhan dan gejala
1.      Muka sembab
2.      Letargi
3.      Edema
4.      Warna rambut pirang seperti rambut jagung
5.      Alopesia
6.      Anoreksia (kurang nafsu makan)
7.      Anemia
8.      Apatis
9.      Gagal tumbuh
10.  Pada pemeriksaan antropometri, berat badan dan tinggi badan mengalami keterlambatan.
11.  Jaringan otot mengecil
12.  Jaringan subkutan tipis dan lembut
13.  Kulit bersisik

  1. Pada penderita marasmus
1.      Kurus
2.      Tampak seperti orang tua
3.      Letargi
4.      Ubun-ubun cekung seperti bayi
5.      Malaise
6.      Asites
7.      Apatis dan kelaparan
8.      Pada pemeriksaan antropometri status gizi kurang
9.      Turgor kulit rusak
10.  Kulit berkeriput
11.  Jaringan subkutan hilang



DAFTAR PUSTAKA : Beck, Mary E. 2000. Ilmu Gizi dan Diet Hubungannya dengan Penyakit-penyakit untuk Perawat dan Dokter. Jakarta : Yayasan Essentia Medico