Malnutrisi adalah keadaan dimana tubuh tidak
mendapat asupan gizi yang cukup, malnutrisi dapat juga disebut keadaaan yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan di antara pengambilan makanan dengan
kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan. Ini bisa terjadi karena asupan
makan terlalu sedikit ataupun pengambilan makanan yang tidak seimbang. Selain
itu, kekurangan gizi dalam tubuh juga berakibat terjadinya malabsorpsi makanan
atau kegagalan metabolik (Oxford medical dictionary, 2007).Namun, menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan Malnutrisi sebagai
“ketidakseimbangan seluler antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan
tubuh terhadap mereka untuk menjamin pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi
tertentu.”Malnutrisi sebenarnya adalah gizi salah, yang mencakup gizi kurang
atau lebih. Di Indonesia dengan masih tinggi angka kejadian gizi kurang,
istilah malnutrisi lazim dipakai untuk keadaan ini. Secara umum gizi kurang
disebabkan oleh kurangnya energy atau protein.Namun keadaan ini di lapangan
menunjukkan bahwa jarang dijumpai kasus yang menderita deferensiasi murni.
Etiologi Malnutrisi
Etiologi malnutrisi dapat bersifat primer
maupun sekunder, adapun malnutrisi yang bersifat primer yaitu apabila kebutuhan
individu yang sehat akan protein,energi atau keduanya tidak terpenuhi oleh
makanan yang adekuat. Pada malnutrisi protein energy primer ,kekurangan kalori
umumnya dikaitkan dengan keadaan – keadaan perang,kekacauan social,
ketidaktahuan, kemiskinan, penyakit infeksi dan ketidakseimbangan distribusi
makanan. Dengan demikian gangguan sosial eknomi dapat dianggap sebagai penyebab
paling global kelaparan pada anak disertai efeknya yang buruk pada pertumbuhan
dan perkembangan anak. Sedangkan malnutrisi bersifat sekunder yaitu akibat
adanya penyakit yang dapat menyebabkan asupan suboptimal,gangguan penyerapan
atau pemakaian nutrient,dan atau peningkatan kebutuhan karena terjadi
kehilangan nutrient atau keadaan stres. Malnutrisi protein energy merupakan
penyakit gizi terpenting di Negara sedang berkembang dan salah satu penyebab
mobilitas dan mortilitas pada masa kanak-kanak di dunia.
Manifestasi Klinis
Malnutrisi
Adapun tanda
dan gejala dari malnutrisi adalah sebagai berikut:
1.
Kelelahan dan kekurangan energi
2.
Pusing
3.
Sistem kekebalan tubuh yang rendah
(yang mengakibatkan tubuh kesulitan untuk melawan infeksi)
4.
Kulit yang kering dan bersisik
5.
Gusi bengkak dan berdarah
6.
Gigi yang membusuk
7.
Sulit untuk berkonsentrasi dan
mempunyai reaksi yang lambat
8.
Berat badan kurang
9.
Pertumbuhan yang lambat
10. Kelemahan pada otot
11. Perut
kembung
12. Tulang yang
mudah patah
13. Terdapat
masalah pada fungsi organ tubuh
Patofisiologi Malnutrisi
Tubuh memperoleh energi dari makanan
atau nutrien, terutama dari karbohidrat, protein dan lemak. Nutrien ini sangat
pentiong untuk tubuh demi mempertahankan kehidupan. Ketika tubuh mengalami
kekurangan nutrien maka akan terjadi deplesi cadangan nutrien pada jaringan
tubuh dan selanjutnya kadar dalam darah akan menurun. Hal ini akan
mengakibatkan tidak cukupnya nutrien tersebut di tingkat seluler sehingga
fungsi sel menjadi terganggu misalnya sintesis protein, pembentukan dan
penggunaan energi, proteksi terhadap oksidasi atau tidak mampu menjalankan
fungsi normal lainnya. Bila berlangsung terus maka gangguan fungsi sel ini akan
menimbulkan masalah pada fungsi jaringan atau organ yang bermanifestasi secara
fisik seperti gangguan pertumbuhan, serta kemunculan tanda dan gejala klinis
spesifik yang berkaitan dengan nutrien tertentu misal kwashiorkor, edema,
xeroftalmia, dermatosis, dan lain-lain.
Klasifikasi Malnutrisi
Pada klasifikasi penyakit nutrisi
dilakukan karena penyakit ini berada dalam berbagai tingkat dan biasanya
terjadi bersamaan dengan atau merupakan suatu komplikasi dari penyakit lain
seperti infestasi parasit cacing dalam saluran pencernaan.Menurut WHO Expert
Committees on Nutrition tahun 1962 dan 1971, telah membagi penyakit nutritional
menjadi beberapa bagian yaitu :
A.
Hipoalimentasi
1.
Malnutrisi Kalori Protein (MKP atau Protein
calorie Malnutrition)
a)
Kwasiokor
b)
Maramus nutrisi
2.
Defisiensi mineral
a)
Iodin
b)
Kalsium
3.
Defisiensi vitamin
a)
Defisiensi vitamin A
b)
Defisiensi vitamin D
c)
Defisiensi vitamin E
d)
Defisiensi vitamin K
Pengertian
Malnutrisi Kalori Protein (MKP)
Penyakit nutrisi
yang harus mendapatkan perhatian khusus adalam malnutrisi kalori protein (MKP)
dan hal itu merupakan masalah kesehatan yang serius di negara yang sedang
berkembang termasuk di Indonesia. Penyebab KEP dapat dibagi kepada dua penyebab
yaitu malnutrisi primer dan malnutrisi sekunder. Malnutrisi primer adalah
keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh asupan protein maupun energiyang tidak
adekuat. Malnutrisi sekunder adalah malnutrisi yangterjadi karena kebutuhan
yang meningkat, menurunnya absorpsi dan/atau peningkatan kehilangan protein
maupun energi dari tubuh. Dewasa ini di berbagai daerah di Indonesia telah
dibeitakan bahwa banyak yang menderita busung lapar dan merupakan ketidak
pedulian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan primer dengan dinon-aktifkan posyandu yang
ada di masyarakat.
·
Kwasiokor terutama disebabkan oleh
defisiensi protein dan maramus oleh defisiensi kalori. Kwashiorkor terjadi terutamanya karena pengambilan protein yang
tidak cukup. Pada penderita yang menderita kwashiorkor, anak akan mengalami
gangguan pertumbuhan, perubahan mental yaitu pada biasanya penderita cengeng
dan pada stadium lanjut menjadi apatis dan sebagian besar penderita ditemukan
edema. Selain itu, pederita akan mengalami gejala gastrointestinal yaitu
anoreksia dan diare.
Gejala
Penyakit Kwasiokor :
o Edema,
umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki (dorsum pedis)
o Wajah
membulat dan sembab
o Pandangan
mata sayu
o Rambut
tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit,
rontok
o Perubahan
status mental, apatis, dan rewel
o Pembesaran
hati
o Otot
mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk
o
Kelainan kulit berupa bercak merah
muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas (crazy
pavement dermatosis).
o anemia
o diare
·
Marasmus terjadi karena pengambilan
energi yang tidak cukup. Marasmus disebabkan oleh defisiensi kalori. Pada
penderita yang menderita marasmus, pertumbuhannya akan berkurang atau terhenti,
sering berjaga pada waktu malam, mengalami konstipasi atau diare. Diare pada
penderita marasmus akan terlihat berupa bercak hijau tua yang terdiri dari
sedikit lendir dan sedikit tinja.
Gejala
penyakit Maramus :
o
Tampak sangat kurus, hingga tulang
terbungkus kulit
o
Wajah seperti orang tua
o
Cengeng, rewel
o
Kulit keriput, jaringan lemak
subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (pada daerah pantat tampak seperti
memakai celana longgar/”baggy pants”)
o
Perut cekung
o
Iga gambang
o
Sering disertai: penyakit infeksi
(umumnya kronis berulang),
Cara Klasifikasi
Tujuan
semua cara untuk menentukan yang perlu mendapatkan perhatian adalah. Dibawah
ini dijelaskan beberapa cara klasifikasi yang sering digunakan :
- Berat badan terhadap umur
a.
Klasifikasi menurut Gomes
·
Klasifikasi :
o > 90% :
normal
o 90-75% :
malnutrisi ringan (grade 1)
o 75-61 % :
malnutrisi sedang (grade 2)
o /= 60% :
malnutrisi berat (grade 3)
b.
Klasifikasi di Indonesia
·
Klasifikasi:
Menggunakan
modifikasi Gomes, kemudian kenaikan berat badan dicatat. Bila terdapat kenaikan
tiap bulan adalah normal, bila tidak terdapat kenaikan berat badan resiko
tinggi gangguan pertumbuhan.
- Berat tergadap tinggi badan
a.
McLaren/Read
·
Klasifikasi
o 110-90% :
normal
o 90-85 % :
malnutrisi ringan
o 85-75 % :
malnutrisi sedang
o < 75 %
dengan atau tanpa edema : malnutrisi berat
- Tinggi badan terhadap umur
a.
Kanawati dan McLaren
·
Klasifikasi :
o >/= 95 %
: normal
o 95-90% :
malnutrisi ringan
o 90-85% :
malnutrisi sedang
o 85% :
malnutrisi berat
- Lingkar lengan atas
·
Klasifikasi :
o > 85 %
atau > 14 cm : normal
o <75 %
atau 12,5 cm : malnutrisi berat
Penatalaksanaan
Malnutrisi
Bila orang terlihat
mulai susah makan atau makan sedikit sekali, jangan biarkan kondisi itu hingga
berlarut-larut.
- Cek kondisi gigi mereka. Kalau sudah banyak yang goyah atau tanggal, lebih baik buatkan mereka gigi palsu. Atau bila gigi palsu mereka sudah longgar sehingga tidak nyaman lagi dipakai mengunyah, gantilah dengan yang baru.
- Memasuki usia 30-an, kita memang disarankan untuk mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak. Tapi bukan berarti tidak mengonsumsinya sama sekali, karena ketiga unsur tersebut tetap diperlukan tubuh.
- Sedikit tapi sering. Ada kalanya, orang tua memang tidak mampu lagi menelan makanan dalam jumlah cukup. Kalau asupan dalam sekali makan dianggap kurang, Anda bisa membaginya dalam 5 – 10 kali waktu makan dalam sehari. Meskipun sedikit-sedikit, kalau ditotal tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
- Meski sudah harus mengonsumsi makanan khusus, tetap perhatikan kelengkapan gizi dalam makanan orang tua Anda: karbohidrat, protein (lauk pauk nabati atau hewani), serat dan vitamin (sayur dan buah), susu.
- Rutin melakukan penapisan status nutrisi orang tua Anda dan berkonsultasi ke ahli nutrisi.
Cara mengatasi malnutrisi adalah dengan mengikuti
terapi nutrisi, memakan makanan bergizi seimbang dan memperbanyak serat.
Sebaliknya makanan yang harus dikurangi adalah makanan manis, makanan dengan
lemak jenuh seperti gorengan, serta daging merah.
Selain itu, orang tua harus tetap aktif agar kondisi
psikologisnya tetap merasa senang, olahraga yang sesuai untuk orang tua adalah
cukup berjalan pagi 30 menit 3-4 kali per minggu.
Cara mengatur makanan bagi orang tua adalah :
1.
Dengan memperhatikan prinsip-prinsip
kebutuhan gizinya yaitu kebutuhan energi memang lebih rendah dari pada usia
dewasa muda (turun sekitar 5-10%), kebutuhan protein sebesar 1 gr/kg BB,
kebutuhan lemak berkurang, kebutuhan karbohidrat cukup (sekitar 50%), kebutuhan
vitamin dan mineral sama dengan usia dewasa muda. Atau dengan cara praktis
melihat di DKGA (Daftar Kecukupan Gizi yang Dianjurkan)
2.
Menu yang disajikan untuk orang tua
harus mengandung gizi yang seimbang yakni mengandung sumber zat energi, sumber
zat pembangun dan sumber zat pengatur. Dalam hal ini kita bisa mengacu pada
makanan empat sehat lima sempurna.
3.
Karena orang tua mengalami
kemunduran dan keterbatasan maka konsistensi dan tekstur atau bentuk makanan
harus disesuaikan. Sebagai contoh : gangguan pada gigi (gigi tanggal/ompong), maka
bentuk makanannya harus lunak, misal nasi ditim, lauk pauk dicincang (ayam
disuwir, daging sapi dicincang/digiling)
4.
Makanan yang kurang baik bagi orang
tua adalah makanan berlemak tinggi seperti
seperti jerohan (usus, hati, ampela, otal dll), lemak hewan, kulit hewan
(misal kulit ayam, kulit sapi, kulit babi dll), goreng-gorengan, santan kental.
Karena seperti prinsip yang disebutkan tadi bahwa kebutuhan lemak orang tua
berkurang dan pada orang tua mengalami perubahan proporsi jaringan lemak. Hal ini bukan berarti orang tua tidak boleh
mengkonsumsi lemak. Orang tua harus mengkonsumsi lemak namun dengan catatan
sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh misalnya bila menu hari ini lauknya
sudah digoreng, maka sayurannya lebih baik sayur yang tidak bersantan seperti
sayur bening, sayur asam atau tumis. Bila hari ini sayurnya bersantan maka
lauknya dipanggang, dikukus, dibakar atau ditim.
5.
Orang tua harus diberi pengertian
untuk mengurangi atau kalau bisa menghindari makanan yang mengandung garam
natrium yang tinggi. Contoh bahan makanan yang mengandung garam natrium yang
tinggi adalah garam dapur, vetsin, daging kambing, jerohan, atau makanan yang
banyak mengandung garam dapur misalnya ikan asin, telur asin, ikan pindang.
Mengapa orang tua harus menghindari makanan yang mengandung garam natrium yang
tinggi ? Hal ini dikarenakan pada orang tua mudah mengalami hipertensi. Hal
ini, seperti yang dijelaskan tadi bahwa elastisitas pembuluh darah telah
menurun dan terjadi penebalan di dinding pembuluh darah yang mengakibatkan
mudahnya terkena hipertensi. Selain itu indera pengecapan pada orang tua mulai
berkurang, terutama untuk rasa asin, sehingga rasa asin yang cukup-pun terasa
masih kurang bagi mereka, lalu makanan ditambah garam yang banyak, hal ini akan
meningkatkan tekanan darah pada orang tua.
Jadi kita memang perlu sampaikan kepada orang tua bahwa panduan rasa
asinnya tidak bisa lagi dipakai sebagai ukuran, karena bila dengan panduan asin
dari orang tua, untuk kita yang belum orang tua akan terasa asin sekali.
6.
Orang tua harus memperbanyak makan
buah dan sayuran, karena sayur dan buah banyak mengandung vitamin, mineral dan
serat. Orang tua sering mengeluhkan tentang konstipasi/susah buang air besar,
nah dengan mengkonsumsi sayur dan buah yang kaya akan serat maka akan
melancarkan buang air besar. Untuk buah, utamakan buah yang bisa dimakan dengan
kulitnya karena seratnya lebih banyak. Dengan mengkonsumsi sayuran dan buah
sebenarnya orang tua tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen makanan.
7.
Selain konsumsi sayur dan buah,
Orang tua harus banyak minun air putih. Kebutuhan air yakni 1500 – 2000 ml atau
6 -8 gelas perhari. Air ini sangat besar artinya karena air menjalankan fungsi
tubuh, mencegah timbulnya penyakit di saluran kemih seperti kencing batu, batu
ginjal dan lain-lain. Air juga sebagi pelumas bagi fungsi tulang dan engselnya,
jadi bila tubuh kekurangan cairan maka fungsi, daya tahan dan kelenturan tulang
juga berkurang. Air juga berguna untuk mencegah sembelit, karena untuk
penyerapan makanan dalam usus memerlukan air.
Selain dari makanan untuk menjaga kesehatan, orang tua
juga perlu beberapa kegiatan yang harus dilakukan seperti :
1.
Olah raga yang teratur dan sesuai
Olah raga
usia lanjut tidak perlu berlebihan, patokan olah raga orang tua yaitu beban
ringan atau sedang, waktu relatif lama, bersifat aerobik dan atau kalistenik,
tidak kompetitif atau bertanding. Beberapa contoh olah raga yang sesuai dengan
batasan tadi adalah jalan kaki, dengan segala bentuk permainan yang ada unsur
jalan kaki misalnya golf, lintas alam, mendaki bukut, senam dengan faktor
kesulitan kecil dan olah raga yang bersifat rekreatif dapat diberikan.
2.
Istirahat, tidur yang cukup
Tidur ini
bermanfaat untuk menyimpan energi, meningkatkan immunitas atau kekebalan tubuh,
mempercepat proses penyembuhan penyakit, juga pada saat tidur tubuh memperbaiki
jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu orang pada umumnya
akan merasa segar setelah istirahat.
3.
Menjaga kebersihan
Orang tua
harus menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan, kebersihan ruangan dan
juga pakaian dimana dia tinggal. Yang termasuk kebersihan tubuh adalah mandi dua kali sehari, mencuci tangan
sebelum makan atau sesudah mengerjakan sesuatu, sikat gigi setelah selesai
makan, membersihkan kuku dan lubang-lubang (hidung, telinga, pusar, anus dan
organ intim), memakai alas kaki jika keluar rumah dan menggunakan pakaian yang
bersih.
Sedangkan
kebersihan lingkungan yakni di halaman rumah, jauh dari sampah dan genangan
air. Di dalam ruangan atau rumah bersih dari debu dan kotoran setiap hari,
tutupi selalu makanan di meja makan. Pakaian, sprei, gorden, karpet, seisi
rumah termasuk kamar mandi dan WC harus dibersihkan secara periodik. Tentu saja
hal ini memerlukan bantuan dari keluarga atau orang yang tinggal bersama Orang tua.
4.
Memeriksakan kesehatan secara teratur
Pemeriksaan
kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari
upaya pemeliharaan kesehatan orang tua. Walaupun tidak sedang sakit, orang tua
dianjurakan untuk memeriksakan kesehatannya secara berkala, agar bila ada
penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga pengobatannya lebih mudah dan
cepat dan jika ada faktor beresiko yang menyebabkan penyakit dapat dicegah.
5.
Mental dan batin tenang dan seimbang
Yakni dengan
lebih dekat kepada Tuhan, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, hal ini
akan membuat lebih tenang. Lalu hindari stress, hidup yang penuh dengan tekanan
yang akan merusak kesehatan. Stress juga dapat menyebabkan stroke, penyakit
jantung dan sebagainya. Senyum dan ketawa akan membuat penampilan lebih menarik
dan disukai semua orang. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif dan
juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Tertawa juga ampuh untuk
mengendalikan emosi yang tinggi dan
untuk melemaskan otak dari kelelahan.
6.
Rekreasi
Rekreasi
untu menghilangkan kelelahan setelah beraktifitas selama seminggu, bisa di
pantai, di taman, atau bersantai bersama keluarga, anak dan cucu, atau teman
dan tetangga.
Pemeriksaan
Fisik Malnutrisi
Pemeriksaan fisik malnutrisi
- Pada penderita kwasiorkor ditemukan keluhan dan gejala
1.
Muka sembab
2.
Letargi
3.
Edema
4.
Warna rambut pirang seperti rambut
jagung
5.
Alopesia
6.
Anoreksia (kurang nafsu makan)
7.
Anemia
8.
Apatis
9.
Gagal tumbuh
10. Pada
pemeriksaan antropometri, berat badan dan tinggi badan mengalami keterlambatan.
11. Jaringan
otot mengecil
12. Jaringan
subkutan tipis dan lembut
13. Kulit
bersisik
- Pada penderita marasmus
1.
Kurus
2.
Tampak seperti orang tua
3.
Letargi
4.
Ubun-ubun cekung seperti bayi
5.
Malaise
6.
Asites
7.
Apatis dan kelaparan
8.
Pada pemeriksaan antropometri status
gizi kurang
9.
Turgor kulit rusak
10. Kulit
berkeriput
11. Jaringan
subkutan hilang
DAFTAR PUSTAKA : Beck,
Mary E. 2000. Ilmu Gizi dan Diet Hubungannya dengan Penyakit-penyakit untuk
Perawat dan Dokter. Jakarta : Yayasan Essentia Medico